Rasul Suritauladan Bagi Ummat Manusia

Nama-nama indah Rasulullah SAW.   Rasulullah SAW beliau bernama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Beliau dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal tahun gajah, sejak usia dua bulan di dalam kandungan beliau  di tinggal oleh ayahnya, sehingga beliau sudah menjadi yatim di usia yang masih sangat belia. Dan saat beliau berumur enam tahun, ibunda tercintapun meninggalkannya, saat ditengah perjalanan menuju makam ayahnya, yaitu di desa Abwa. Satu lagi ujian untuk muhammad kecil..di tinggal pergi oleh ibunya, akhirnya muhammad kecil diasuh oleh Abdul Muthalib kakeknya, namun beliau hanya dua tahun di asuh oleh kakeknya yaitu ketika beliau berusia delapan tahun, kakeknya meninggalkannya. Kemudian beliau di asuh oleh pamannya Abu Thalib, Abu Thalib merawat muhammad kecil seperti merawat anaknya sendiri, begitulah rasulullah, sejak kecil sudah ditinggal oleh orang orang tercinta namun, tak mematahkan semangat beliau untuk menjalani hidupnya.
   Di saat remaja beliau mengembalakn kambing, dan kemudian berdagang, oleh seorang janda kaya yaitu sayyidah Khadijah, karena kejujurannya Khadijah pun tertarik oleh beliau sehingga akhirnya mereka pun menikah. Itulah panutan bagi kta semua seorang Al- amin, yang dapat di percaya, tak pernah berbohong walaupun sekali, beliau adalah suri tauladan bagi kita semua, seperti dalam firman Allah :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat/pahala) Allah dan (kedatangan/keselamatan) hari kiamat dan yang banyak menyebut Allah. (QS. 33:21) 

Oleh karenanya sebagai umat yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan hari akhirat, kita tentunya perlu meneladani Rasulullah baik dari segi ucapan perbuatan dan sikap. Dengan kita belajar untuk terus meneladani Insya Allah ucapan perbuatan dan sikap semakin waktu semakin mendekati sifat nabi. Cara meneladani Rasulullah tentunya didasari pada hadits dan riwayat yang benar menggambarkan ucapan perbuatan dan sikap Rasulullah. Meneladani rasulullah dapat kita mulai dengan menjadikan Rasulullah sebagai tokoh idola atau orang sangat disukai. Sama seperti ketika kita mengidolai seorang tokoh, penyanyi atau bintang dunia, tentunya kita berusaha mencari hal-hal yang disukainya untuk kita sukai juga. Dan mau melaksanakan apa yang dimintanya. Apalagi pernyataan bahwa Rasulullah adalah suri tauladan yang baik itu datangnya dari Allah yang tentunya semakin menambah keyakinkan kita. 
   Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa salllam (SAW) diberi keistimewaan berupa watak dan kepribadian luhur serta beragam kebaikan. Allah menghiasinya dengan sifat-sifat mulia yang terangkum dalam dua kata "akhlaqul-karim" (akhlak mulia).

Dua kata itu melekat menjadi sebutan Beliau sekaligus misi kerasulan Beliau. Sayyidatina Aisyah RA merangkum akhlak Nabi Muhammad SAW dalam 3 kata: "Akhlaknya adalah Alquran".

Di riwayat lain, Aisyah juga berkata: "Beliau adalah manusia terbaik akhlaknya. Tak pernah berbuat keji atau berkata keji. Tak pernah gaduh di pasar. Tak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi memaafkan dan menjabat tangan".



Itu pula yang dikatakan pelayan (pembantu) Nabi, Sayyidina Anas ibn Malik RA yang 10 tahun setia menemani Nabi SAW di rumah maupun di perjalanan. "Rasulullah adalah manusia terbaik akhlaknya," ujarnya.


Maka tak salah bila dikatakan Nabi Muhammad SAW adalah Alquran berjalan di muka bumi. Dalam diri Beliau tercermin isi kitabullah.Hidupnya adalah replika wahyu, bagaimana kebaikan diterapkan dan keburukan dijauhi.

Dengan begitu, Nabi mengajarkan kepada manusia bagaimana mewujudkan firman Allah dalam kehidupan sehari-harinya. Dan cukuplah sebagai bukti pujian Allah kepada Nabi Muhammad dalam banyak ayat serta persaksian-Nya. "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung," (QS. Al Qalam:4).

Beliau senantiasa memperlakukan orang lain dengan lemah lembut, mengasihi mereka, menuntun mereka kepada hidayah, berlapang dada, dan tidak sempit hati.

Komentar